Senin, 01 April 2013

Prinsip-prinsip kemurahan hati

Ada sebuah kisah ketika Yesus meredakan badai. Pada saat itu ada juga beberapa perahu lain. Selain perahu yang Tuhan naiki. Mereka tidak tahu apa yang Tuhan dan murid lakukan. Tetapi mereka ikut merasakan dampak dari kuasa Tuhan. Dalam hal ini seperti khotbah digereja beberapa waktu lalu. Kenapa harus saya? Kenapa harus memberikan persepuluhan? Bahkan beberapa anggota gereja bertanya tentang dasar untuk memberikan perpuluhan. Beberapa teman yang sudah memberikan perpuluhan tetapi tidak ada perubahan yang terjadi. Artinya dampak dari perpuluhan tidak berarti apapun. 

1. Berdasarkan filipi 4:12, Kita bisa berbicara merasa cukup dan merasa puas. Tetapi kita sampai bisa menemukan rasa itu kita tidak akan pernah merasa puas. Kita harus membangun pengertian kita dengan baik tentang perasaan cukup ini. Iblis selalu menekankan bahwa kita tidak pernah merasa cukup.


2. Berdasarkan 2 korintus 9 :11, Mengapa Tuhan memberkati kita dengan kekayaan. Kenapa?  Dia memberkati  dengan kekayaan agar dapat memuliakan namanya dengan kekayaan yang kita miliki.. Agar  menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Dalam kisah Lazarus, hingga orang kaya yang bodoh. Tuhan tidak menentang kekayaan. Hanya saja Tuhan tidak menyukai penyalahgunaan kekayaan.  Seperti penggunaan kekayaan untuk kepentingan pribadi. Salah satu pengajaran farisi yang salah adalah ketika Tuhan berkenan kepada orang kaya. Kekayaan tanda Tuhan berkenan kepada seseorang. Ini yang Tuhan tidak berkenan, karena melenceng dari ajaranNya.

3. Di 2 Korintus 8:2, Yang menarik adalah sama seperti kisah janda yang memberikan persembahan. Jangan pernah menyerah dalam memberikan persembahan meskipun keadaan kita susah.

4. Bagaimana kita bisa menjamin keadaan masa depan kita. Jika kita memberi sesuatu, bagaimana nanti kalau habis. Bagaimana nanti? Kalau kita yakin jika mengakui Tuhan sebagai Raja. Kita tidak perlu khawatir. Kalau Tuhan berada didalam perahu kehidupan kita. Tidak ada alasan untuk khawatir.

5. 2 Kor 8 : 11, Selesaikan apa yang kita rencanakan. Selesaikan pekerjaan kita hingga selesai. Yang terjadi adalah ketika kita merencanakan tetapi penyelesaiannya suka terlambat. Belajar untuk kosisten untuk menyelesaikan sesuatu hingga selesai.

6. Lebih baik Memberi daripada Menerima. Untuk seseorang bisa memberi harus ada seseorang yang menerimanya. Di 2 kor 8 : 14, Jelas ditulis. Diperlukan keseimbangan dalam memberi dan menerima. Ada banyak daripada kita yang merasa tidak nyaman untuk menerima. Untuk sempurnanya perintah Tuhan, harus ada yang memberi maka harus ada yang menerima.

7. Berhati hati dengan yang kita doakan. Karena kita berdoa tentang kebutuhan. Tuhan akan memakai tangan, kaki dan tubuh kita untuk Tuhan mencukupkan kebutuhan kita. Terlalu banyak Tuhan sudah melimpahkan kekayaanNya kepada kita. Apakah kita mau membagikannya kepada sesama kita. "Ketika kita memberikan lewat pintu depan maka Tuhan akan menggantikannya lewat pintu belakang".
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih