Selasa, 15 Januari 2013

Dirgahayu PERATUN


Pemotongan Tumpeng

Tepat tanggal 14 Januari 2013 ini PERATUN merayakan Ultahnya yang ke 22 Tahun. Kemarin secara simbolis dan sederhana sudah dilaksanakan di PTUN Jakarta, perayaan yang dilangsungkan  secara sederhana dan simbolis juga di hadiri oleh Hakim Agung Tim C.

Hari ini kembali secara simbolis dilaksanakan perayaan sederhana di Internal Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta (PT.TUN Jakarta).  Hanya Pemotongan Tumpeng secara sederhana dan sedikit Kata Sambutan dari Ketua PT.TUN Jakarta Istiwibowo, SH, MH dan diakhiri dengan Doa bersama demi kemajuan PT.TUN Tercinta.

Pemotongan Tumpeng yang secara simbolis diberikan kepada masing masing unsur seperti Hakim, Kepaniteraan, Kesekertariatan, dan OB.
Dalam kata sambutannya pak Ketua mengucapkan syukur kepada Tuhan karena kita masih bisa berkumpul bersama. Untuk merayakan Ultah PERATUN yang ke 22 tahun.  Saat ini kita merayakan Milad PERATUN bukan untuk berhura – hura, berfoya – foya ataupun hanya ceremonial belaka. Ada makna yang harus kita ingat, bagaimana para senior dan para pendahulu kita yang sudah merintis PERATUN hingga bisa berkembang dan menjadi seperti saat ini.
Hingga saat ini PERATUN bisa dikategorikan sebagai Peradilan yang Kompak dan Solid serta memiliki sebuah Tradisi Ilimiah.  Sebab sudah menjadi tradisi perayaan di HUT  PERATUN yang akan dilaksanakan Nasional tanggal 9 Maret 2013, akan diadakan Bimbingan Teknis dan Temu Ilmiah. Adanya predikat ini tentunya membawa konsuekensi yaitu membuktikan PERATUN itu Solid dan memiliki wawasan Intelektual dan Ilmiah,
Ilmiah disini artinya membangun sebuah Institusi yang lebih maju, Berubah menuju Modern dan berbasis IT (Information Technology) sesuai dengan Renstra Mahkamah Agung RI.  Dengan IT yang baik banyak hal yang bisa kita capai. Serta melalui transparansi Anggaran yang akuntabel akan membuat Citra kita baik. Tidak lupa pula dalam hal penanganan Perkara dan kesekertariatan.
Kita buktikan bahwa kita solid, guyub dan Ilmiah. Dan hal ini berkaitan juga dengan profesionalisme putusan – putusan para hakim. Apakah hasil putusan itu sudah sesuai dengan kaidah Hukum yang berlaku dan aspek Ilmiah serta aspek lainnya. Jika dikaji oleh para akedemisi dapat berimbang dan dapat diukur putusan itu.
Jika semua hal ini terwujud maka Peradilan yang Agung juga akan terwujud, kita bertindak agung dan berfikir agung diwujudkan melalui kerja keras sehingga menjadi profesional. Tidak hanya Hakim tapi semua unsur PERATUN, khususnya PT. TUN Jakarta.
Akhir kata dengan Milad ini kita kembali diingatkan akan para pendahulu kita yang telah berjuang. Dan perjuangannya patut kita teruskan dan pertahankan dengan cara mengisi apa yang harus kita lakukan dan kembangkan di PT.TUN kita ini sesuai dengan Visi, Misi dan semangat yang sama.
DIRGAHAYU PERATUN....
Menjelang Acara







Suasana Saat HUT Peratun



Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih