Selasa, 24 Juli 2012

Hukum Acara Perdata (Kul.2. 23/7/2012)

 

Perkara Perdata terdiri atas 2 jenis antara lain :

1. Judicio Contentiouso --- Peradilan Sanggah Menyanggah

Ciri Cirinya  :

  1. Ada Sengketa
  2. Ada 2 Pihak ( P + T )
  3. Ada Surat Gugatan
  4. Ada Putusan (Vonis)

Contoh :

  1. Sengketa hutang piutang
  2. Sengketa Perceraian
  3. Sengketa Warisan
  4. Sengketa Tanah
  5. Sengketa Jual Beli

2. Judicio Voluntairo --- Peradilan Sukarela

Ciri – Cirinya :

  1. Tidak ada sengketa yang ada hanya permohonan.
  2. Hanya ada satu pihak yaitu pemohon.
  3. Ada surat permohonan.
  4. Ada Penetapan (Beschiking)

Contoh :

  1. Permohonan menjadi ahli waris.
  2. Permohonan menjadi wali
  3. permohonan menjadi pewarganegaraan (Naturalisasi)

Perihal pasal 118 HIR / RIB

Pasal 118 HIR / RIB adalah dasar hukum dan pedoman ke pengadilan mana kita untuk mengajukan surat gugatan yang diatur sebagai berikut :

Ayat 1. Surat gugatan diajukan ke pengadilan berdasarkan domisili hukum tergugat.

Ayat 2. (-) Jika tergugat lebih dari satu orang, surat gugatan diajukan ke pengadilan berdasarkan domisili hukum dari salah seorang tergugat (Memilih)

            (-) Jika tergugat lebih dari satu orang dan mengenai sengketa hutang piutang, dimana jika ada piutang utama dan penjamin surat, surat gugatan diajukan ke pengadilan berdasarkan domisili hukum pengutang utama tersebut.

Ayat 3 (-) Jika alamat tergugat tidak diketahui, tapi sengketanya benda tetap dan diketahui letaknya, surat gugatan diajukan berdasarkan domisili Hukum benda sengketa tersebut.

         (-) Jika alamat tergugat tidak diketahui dan juga letak benda sengketa tidak diketahui, surat gugatan diajukan berdasarkan domisili hukum penggugat.

Ayat 4 Dalam perjanjian para pihak telah menetapkan pengadilan yang akan mengadili jika kelak terjadi sengketa, Jadi surat gugatan di ajukan ke pengadilan yang telah ditetapkan tersebut.

 

Kompetensi Pengadilan

Konmpetensi pengadilan adalah tentang kewenangan untuk mengadili perkara yang di bagi atas 2 macam kompetensi antara lain :

  1. Komptensi Absolut yaitu untuk menentukan Pengadilan Apa yang berwenang untuk mengadili perkara itu, diantara sekian banyak jenis pengadilan yang ada. Pengadilan Negri, Pengadilan Agama, Pengadilan Niaga, Pengadilan TUN, Pengadilan Perburuhan, Dsb. Pedomannya adalah Materi Perkara.
  2. Kompetensi Relatif. yaitu menentukan Pengadilan mana yang berwenang mengadili diantara sekian banyak pengadilan yang ada. Pedomannya adalah pasal 118 HIR…… Sebagai Contoh :
    1. Sengketa Perceraian yang beragama Islam
    2. Kewenangan pengadilan agama
    3. Pengadilan agama mana?
    4. Pengadlan agama berdasarkan domisili hukum (alamat) tergugat!!

Semoga bermanfaat

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih