Sabtu, 30 Juni 2012

Peran Serta Bank dalam memujudkan Hunian yang ideal bagi Masyarakat


Akhir – akhir ini kami, saya dan istri berencana untuk memiliki rumah sendiri.  Hal yang sudah dari beberapa waktu lalu kami impikan. Dan terkendala, salah satu penyebabnya adalah keterbatasan dana yang dimiliki. Setelah terkumpul dana sedikit, kami beranikan diri untuk mencari rumah yang layak bagi kami. Salah satu syarat yang harus terpenuhi adalah kawasan tersebut harus bebas banjir, dan yang terpenting adalah terjangkau bagi kami. Terutama saya yang mana bekerja di instansi pemerintah. Yah tau sendirilah gaji seorang PNS golongan 3A berapa sich.

Rumah bagi kami adalah salah satu hal yang harus sebisa mungkin dimiliki, sebab ini adalah rencana masa depan bagi keluarga kecil kami nantinya. Dan yang pasti sampai berapa lama kami akan terus bertahan tinggal bersama orang tua. Karena konsep awal kami adalah rencana masa depan yang lebih baik. Tidak tertutup didalamnya niat berinvestasi dikarenakan terus beranjaknya harga perumahan. Terutama untuk daerah Jakarta dan sekitarnya.

Memang dalam hal kepemilikan rumah, perbankan Indonesia masih sedikit yang menawarkan Produk perbankannya.  Entah karena banyaknya tragedi gagal bayar atau mungkin terlalu lamanya jangka waktu pinjaman, atau sedikitnya keuntungan yang bisa di raup perbankan, dibandingkan sektor industri lainnya. Setahu saya BCA sebagai salah satu bank besar juga ikut meramaikan kredit kepemilikan rumah, hanya saja gaungnya masih sedikit terasa di bandingkan bank – bank yang sudah lebih dahulu memulai. BCA yang mana produk perbankannya antara lain terkenal dengan kartu kredit, kartu debitnya yang sudah merajai hampir seluruh kota besar di Indonesia bahkan dunia.Dan kamipun mengakuinya dengan menjadi nasabah BCA, hingga saat ini.

Mudah untuk menemukan ATM-ATM BCA di seantero Jakarta ini, kalaupun tidak ada, pastinya BCA bekerja sama juga dengan bank lainnya. Hanya saja diperlukan baya lebih untuk bertransaksi. Dalam hal Layanan Perbankan, memang BCA dapat dijadikan percontohan dan patut di acungi jempol. Bahkan kemudahan bertransaksi, tidak bawa uang tunai ke Mall, EDC-EDC BCA sudah dipastikan ada disana.

Hanya saja menurut hemat saya, solusi perbankan yang ditawarkan BCA masih belum dapat menjangkau kredit kepemilikan rumah untuk jangka waktu yang lama dan murah. Yah, mungkin karena beberapa alasan seperti yang sudah saya kemukakan diatas. Solusi perbankan yang ditawarkan BCA hanya sebatas pada yang perputaran pinjaman yang cepat dan sedikit memiliki resiko gagal bayar. Seperti pinjaman Mobil, Motor dan lainnya.
Dan tidak hanya Bank BCA saja, bahkan bank – bank yang berplatform pemerintah pun, masih sedikit yang menawarkan produk perbankannya yang berhubungan dengan kepemilikan rumah yang ideal.

Nasabah-nasabah dengan kantong terbatas seperti saya ini tentunya akan berfikir 2 kali jika mengambil kredit KPR di BCA. Bisa – bisa beberapa tahun ke depan saya baru bisa memiliki rumah. Kebebasan finansial seperti apa yang bisa di tawarkan BCA untuk kepemilikan perumahan ideal yang layak huni. Dan peran serta yang bagaimana lagi yang akan ditawarkan oleh BCA yang saat ini sudah memiliki positioning yang tepat dan memiliki nilai tawar yang tinggi di hadapan konsumen.
Yah setidaknya BCA mau berbaik hatilah sedikit dengan mau menurunkan tingkat suku bunga yang tinggi dan berani lebih lama dalam memberikan pinjaman KPR, dalam rangka membantu masyakat kelas menengah kebawah untuk memiliki hunian yang ideal. Lebih berani dan  lebih inovatif dalam menawarkan KPRnya, sehingga BCA tidak lagi identik dengan singkatan Bank Cukong-Cukong Asia.

Kalau sudah seperti ini kebebasan finansial tidak hanya menjadi mimpi di siang bolong ataupun slogan kosong. Tetapi menjadi sebuah hal nyata yang dapat di capai demi terwujudnya hunian yang ideal bagi kita semua. (terutama bagi saya)
Salam sukses, maju terus BCA

Perhatikan psikologi untuk Brosur yang berikan BCA

Brosur untuk KPR dan hanya di berikan ketika kita bertanya ke CSO

Brosur KPR tidak di buat semenarik brosur lainnya

kalau  brosur yang ini menarik kan

dan brosur ini mudah di dapatkan























































Bahkan ketika tulisan ini ditayangkan, sedang berlangsung acara gebyar BCA di Indosiar. Rupanya akhir dari penyerahan tulisan inipun besok tanggal 1 Juli 2012.

Kamis, 28 Juni 2012

Dialog dengan Tuhan

Kenapa Tuhan? Ada yang salahkah?
Sampai kapan Tuhan, Kau biarkan penderitaan ini berjalan. Sampai kapan Engkau biarkan orang tertawa atas kami, orang bertanya atas kami, orang meragukan kami...... Sampai Kapan Tuhan?
Bukankah Engkau juga yang mengajari kepada kami untuk terus bergantung dan berharap kepadaMu. Segala daya upaya telah kami coba dan kami lakukan semampu kami, bukankah selebihnya adalah bagianMu Tuhan.
Kami merancangkan yang terbaik bagi kami, kami merencanakan segala sesuatu yang baik. Lalu mengapa seakan – akan waktu tidak berpihak kepada kami. Bukankah Engkau juga yang berkata, “ seorang pencuri saja tahu memberi yang terbaik bagi anaknya, masakah iya Bapamu yang di surga tidak berlaku demikian”. Itu yang kami pegang Tuhan, jika kami merancangkan yang terbaik, masakah iya Engkau tidak berpihak kepada kami.
Atau mungkin karena dosa kami ? Kalau Engkau memperhitungkan dosa kami dan murka karena dosa kami. Jujur saja, lahir di dunia pun kami tak pantas Tuhan. Dari awal kami sudah berdosa dan dari awal pula seharusnya Engkau murka atas kami. Kami adapun itu murni karena kasih karuniaMu. Jadi Tuhan kalau karena dosa, tidak patutlah kesulitan ini Kau timpakan kepada kami.
Lalu mengapa berkat itu terhalang Tuhan? Apakah masalahnya tinggal waktu saja?  Ah... terlalu banyak pertanyaan yang menghantui pikiran kami Tuhan. Tapi kami  tetap berkeyakinan bahwa segala sesuatu yang Engkau sediakan sejatinya adalah yang terbaik bagi kami. Dan tidak sepatutnya kami mempertanyakan hal itu. Sebab kami juga berpegang teguh kepada apa yang tertulis “pemberianMu adalah yang terbaik melebihi batas kemampuan akal kami berfikir”.
Lalu apa yang bisa kami lakukan saat ini Tuhan? Berdiam dirikah? Tidak Tuhan. Kami tetap melakukan segala daya dan upaya kami untuk membuktikan kepada Engkau keseriusan niat kami. Kami tidak lagi sedang mengetuk pintu surga Tuhan.  Yang sedang kami lakukan adalah menggedor pintu surga, menendang pintu sorga supaya Engkau tahu kami sedang berada di depan pintuMu. Berharap belas kasihMu. Kami tidak perduli lagi dengan anggapan orang, “cukup diketuk saja dan Tuhan pasti mendengarnya.” Tidak Tuhan, kami akan tetap terus  tepat  di depan pintuMu sampai Engkau sendiri pun akan letih dan memenuhi keinginan kami. 
Dan kami tetap percaya, bahwa Tuhan yang sama yang membebaskan bangsa Israel dari tanah Mesir. Tuhan yang sama juga yang akan menjawab semua pertanyaan dan keraguan hati kami. Tuhan yang sama pulalah yang telah memberkati kami, sedikitpun kami tidak ragu, Tuhan yang sama jugalah yang akan terus memberkati kami hingga memutih rambut kami dan hingga kepada kesudahannya kelak.
Sehingga semuanya akan terjawab sudah, Tuhan yang menjawab setiap keraguan kami. Tuhan Yang melindungi kami dari segala kelemahan kami. Tuhan Yang membimbing kami dari ketidaktahuan kami. Dan Tuhan yang menjagai kami dari tangan – tangan orang jahat dan pikiran – pikiran yang jahat.
Akhirnya kami bisa berseru, Siapa Lawan kami jika Tuhan di pihak kami, pada siapa kami harus takut jika Engkau di sisi kami.
Dan Engkau pun dapat berseru kepada kami, “ kepada kalianlah hatiKu berkenan.”
Hingga pada akhirnya semua menyadari, kami kuat bukan karena gagah kami. Kami bisa bukan karena kepandaian kami dan kami mampu bukan karena bakat kami. Kami Mampu, murni adalah karena kasih karuniaMu. 
“Biarlah segala yang bernafas memuji dan meninggikan namaMu dan semua suku bangsa hanya tertuju kepadaMU”

Jumat, 22 Juni 2012

Dua Malam Bersama Lucifer (Buang Sine)

Buku yang bergenre Novel Kristiani ini menceritakan percakapan antara Lucifer dengan seorang manusia (Simon). Pertemuan mereka pun sebenarnya terjadi secara tidak sengaja, Lucifer sedang berjalan di depan kediaman simon (tidak dijelaskan secara detail alasan Lucifer berjalan jalan disana). Simon pun mengajak untuk singgah di rumahnya. Mungkin karena novel ini merupakan karya perdana dari Buang Sine, jadi wajar saja “greget” nya masih kurang. Tetapi secara keseluruhan isi Alkitab yang diceritakan sangat mendetail dan sangat dalam. Cocok untuk mereka yang ingin menggali isi Alkitab dalam perspektif yang berbeda.

Singkat cerita, Simon, di suguhkan cerita oleh Lucifer yang merupakan penguasa kerajaan kegelapan, tentang dampak negatif jika tidak melakukan perintah Allah. Dampak negatif jika menjadi pengikut Lucifer. Dalam hal ini Lucifer tidak mengajak Simon untuk menjadi seperti  dirinya. Tetapi lebih menekankan kepada Simon untuk berbalik dari jalan yang salah ke jalan yang benar. Agak sedikit aneh aja jalan ceritanya, biasanya kita tahu Lucifer selalu mengajak manusia untuk mengikuti jalannya, pengecualian untuk Simon. Bahkan Lucifer juga menceritakan sekaligus memberikan Simon Alkitab untuk dibaca. Bahwa sumber semua dosa berasal dari Lucifer. Berasal dari pembunuhan Kain dan Habel, perzinahan Daud dan Betseba, dijualnya Yusuf oleh saudara-saudaranya. Semuanya diceritakan Lucifer bukan semata dongeng tetapi didasarkan pada fakta yang tertulis di Alkitab.

Jumat, 15 Juni 2012

Gaji ke 13 TA 12

Per tanggal 14 Juni 2012 KPPN Jakarta IV yang terletak di Jl. Veteran. Meng-informasikan adanya Up date dan Juknis Tentang Gaji ke 13 untuk Tahun Anggaran 2012.
Dan Informasi Tersebut bisa di Down Load Disini

Rabu, 06 Juni 2012

Pelajaran Hari ini ..... :)

Saya belajar, dua kepala lebih baik dari pada sendiri. Berdiskusi lebih baik dari pada di pendam sendiri. Mengapa?  Sejatinya seperti ini.

Saat ini saya dan istri sedang tertarik untuk membeli dan memiliki sebuah rumah untuk ditinggali. Bukannya sudah merasa bosan tinggal di Pondok Mertua Indah ataupun juga sudah merasa mampu untuk berdikari sendiri. Tetapi berusaha untuk menjadi lebih baik dari pada berdiam diri sekaligus sebagai ajang untuk dapat mengukur kekuatan diri dan semakin tahu kelemahan dan kekurangan saya. Dan menjadikan alasan saya untuk bergantung kepada Tuhan semakin kuat.

Diawal kami sudah tertarik di perumahan Taman Jati Sari Permai. ± 20 menit-an keluar dari Tol jati Asih (JOOR) sekitaran Pondok Gede-Bekasi. Dan kami pun berkenalan dengan sales Marketingnya, Josafat nanang. Kamipun mendapat penjelasan dan pengetahuan seputaran rumah di daerah situ. Dibawah bendera PT Karya Makmur, mereka memiliki tanah ± 125 Ha. Yang mana sebagian sudah mulai terisi. Dan saat ini sedang dilakukan pembangunan dan pengembangan.

Kami merasa cocok ketika melihat Cluster Bali 2 yang sedang di bangun. Kami pun tertarik dengan tipe Sanur dengan Luas Tanah (LT) 128 dan Luas Bangunan (LB) 55 dengan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi dan sudah memiliki car Port. Sementara itu tipe ini cicilannya masih masuk dengan kemampuan kami. Kamipun menginformasikan pak Nanang, untuk tipe ini tolong di “hold” dahulu. Artinya kami sudah tertarik tetapi akan berfikir dan menimbang – nimbang dahulu. Jika ada konsumen lain yang tertarik tolong kabari kami. Setidaknya itulah keinginan kami. Saya pun mencoba mencari tahu tentang Perumahan Taman Jati Sari Permai. Oh iya, sebelumnya Pak Nanang pun memberitahukan sebuah Blog yang berisi kekecewaan terhadap Developer. Dalam hal ini Pak Josafat Nanang mau memberikan informasi yang beredar, plus dan minusnya.

Dikarenakan pengalaman saya untuk membeli rumah tidak ada sama sekali, ditambah kemampuan terbatas. Maka pilihannya hanya jatuh kepada yang itu – itu saja.

Saya pun meminta bantuan dan berdiskusi dengan orang tua. Dalam hal ini mereka lebih berpengalaman dalam membeli perumahan. Baik itu dari lokasi ataupun lainnya. Betul saja, orang tua saya memberitahukan bahwa rumah yang mana saya tertarik memang bagus dan layak untuk dijadikan hunian, hanya saja kurang cocok dikarenakan tidak memiliki prospek untuk di jadikan ruang atau tempat usaha. Memang beliau lebih tertarik dengan posisi rumah yang berada di pinggiran jalan raya, dengan tujuan dikemudian hari akan memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan minimal dapat dijadikan tempat usaha. Meskipun rumah di pinggiran jalan sedikit lebih bising karena lalu – lalang kendaraan yang menjadikan sedikit kurang nyaman untuk di jadikan hunian atau tempat untuk beristirahat.

Dan dari hasil diskusi singkat kami, tersingkap bahwa dalam merencanakan rumah banyak hal yang perlu diperhatikan. Lamanya kredit yang diambil akan membuat harga rumah itu semakin mahal, dan besaran Uang Muka yang diberikan pun berpengaruh terhadap cicilan. Dengan kata lain semakin besar uang muka (DP) yang diberikan akan mengecilkan cicilan setiap bulannya dan hal ini berlaku kebalikannya.

Pilihan bank pun ikut menentukan, dalam hal ini perlu lebih cermat bank mana yang dapat memberikan keuntungan kepada konsumen dan memberikan bunga yang paling kecil di antara bank lainnya.
Singkat cerita dari diskusi singkat kami, saya yang awalnya tertarik dengan tipe Sanur, malah beralih ke tipe Tapak Siring dengan LT 144 dan LB 73 dimana sudah terdapat 3 buah kamar tidur dan 1 kamar mandi dan car port dan masih memiliki kelebihan tanah di belakang.

Meskipun saat ini saya masih menimbang dan memilah-milah solusi mana yang akan diambil. Bank mana yang akan kami ajukan pinjaman. Tetapi setidaknya dari diskusi dan kunjungan dengan orang tua (dan tidak hanya orang tua, bisa teman atau sahabat) akan membuka pikiran dan ide – ide yang bisa saja tersembunyi.

Sekali lagi “Saya belajar, dua kepala lebih baik dari pada sendiri. Berdiskusi lebih baik dari pada di pendam sendiri”.

Selamat sore dan selamat beraktivitas.
Orang baik rejekinya juga baik.


Messiah Conspiracy

Novel Messiah menceritakan perebutan seputar sebuah peninggalan dari masa lalu. Alur cerita yang diberikan pun maju mundur.  Sekilas jika membaca buku ini diawal adalah perebutan harta karun.  Tetapi berubah pada ending novel. Novel karya Raymond, jika ditelaah lebih dalam dapat menimbulkan perdebatan, terutama bagi kalangan kristiani khususnya kalangan Katholik. Mengapa?
“Veritas Vos Liberabit “ Kebenaran akan membebaskanmu.

 Kisah bermula dari pada tahun 1291 dengan latar belakang kekalahan para Ksatria Templar, ksatria dimana diawal didirikannya bersumpah dalam hal kesederhanaan, kemiskinan dan kepatuhan meskipun pada perjalanannya ditambah sumpah abadi untuk melindungi para peziarah tanah suci dalam perjalanan mereka dari para perampok dan bandit yang berada sepanjang pantai hingga ke kota.

Sehingga semakin besarlah perkumpulan para ksatria templar ini, ciri khusus dari mereka adalah seragam perang sederhana ditambah logo salib yang mencolok didada mereka. Diduga juga para ksatria templar inilah yang menciptakan pertama kali sistem Travellers Cheque. Dimana seseorang yang hendak berkunjung ke Yerusalem (tanah suci) tidak perlu membawa uang dan barang mereka, mereka hanya perlu menukarkannya dengan para kstaria templar didaerah mereka berasal dan nantinya bisa di ambil di tanah suci. Singkat  cerita, entah kenapa para ksatria templar ini mengalami kekalahan dalam peperangannya, sehingga beberapa harus melarikan diri guna menyelamatkan harta mereka. Dalam hal ini ksatria Martin dan Ksatria Aimard. Didalam perjalanan mereka menyelamatkan diri dan  menyelamatkan harta. Akhirnya kandas juga di tengah jalan. Dimulai dari tengelamnnya kapal Falcon Temple yang mereka tumpangi. Dan juga peperangan kecil yang harus mereka hadapi. Sementara sebagian harta itu disembunyikan di dalam kapal Falcon temple, sementara yang lain di bawa oleh Martin dan Aimard.