Selasa, 01 November 2011

Menulis Narasi ala Pepih Nugaraha (Blogshop Sesi 1)

13201110142145138326
Welcome

“Penulis yang baik harus bisa membawa atau mengarahkan kemana pembacanya hendak di bawa atau diarahkan ” By Pepih Nugaraha.
Tulisan naratif itu memiliki ciri sebagai berikut i:
  • Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan (action). Jadi contohnya seperti novel yang menceritakan segala hal yang hidup bukan benda mati seperti batu.

  • Selalu dirangkai dalam urutan waktu (kronologis). Urutan waktunya jelas, bisa dimainkan seperti flashback dan lainnya atau bisa diceritakan pendek seperti 1 bulan dan lainnya.

  • Menjawab apa yang terjadi ?

  • Konflik

  • Cerita tentang peristiwa atau pengalaman penulis

  • Peristiwa yang benar-benar terjadi atau imajinasi atau gabungan keduanya.
Biasanya memiliki tujuan :
  • Memberi informasi atau wawasan dan memperluas pengetahuan pembaca

  • Memberikan pengalaman estetis pada pembaca
Seperti kalimat kalimat :
Pras prototo = sebagian untuk seluruhnya  contoh “Batang hidungnya”
Totem pro parte = seluruhnya untuk sebagian contoh  “Indonesia menaklukkan Thailand 2-0″
Juga harus menampilkan atau menunjukkan Suara Hati
  • Suara hati menunjukkan kepribadian saat menulis

  • Perasaan dan emosi penulis agar tulisan tidak membosankan. Contoh gak selalu si jahat dikalahkan si baik. Bisa berlaku kebalikannya.

  • Penulis harus bisa mengekspresikan kesedihan, kemarahan, kegembiraan, dendam, kasih sayang.

  • Menulis dari hati tentang cerita kehidupan.
Cara Penyajian pun beragam ada yang memilih Lucu, Serius, Misterius, Menakutkan.
Jika dilihat dari sudut pandang
-Orang pertama
  • Aku, ku, kita , Karakter dalam cerita adalah penulis; pembaca mengidentifikasi peristiwa yang dipelajari penulis
-Orang ketiga
  • Ia, nya, mereka, Penulis menceritakan karakter orang lain; penulis bercerita tentang pikiran, perasaan dan aksi
Kriteria narasi yang baik
  • Pembaca merasa dekat dengan cerita

  • Merasa terlibat dalam urutan-urutan peristiwa(plot)

  • Mengidentifikasi diri dengan karakter tokoh dalam cerita
Tulisan naratif
  • Plot—rangkaian kejadianrumah terbakar akibat ledakan misterius

  • Karakter—tokoh dalam ceritapemilik rumah, tetangga, pemadam

  • Setting—tempat kejadianrumah besar di jalan pegangsaan

  • Tema—pesan dari penuliskeberanian

  • Krisis— beberapa orang terjebak,api mengepung

  • Konflik— antar anggota keluarga, petugas

  • Waktu— dinihari

  • Solusi— berhasil keluar dari maut lewat tambang
Paragraf Pembuka
  • Pengenalan terhadap karakter dan setting, atau keduanya, yang memberi petunjuk tentang plot.

  • Nama lain adalah ORIENTASI, menuntun pembaca, memberi gagasan dari permulaan sampai akhir.
Butir - butir diatas  berlaku pada proses awal , proses pertengahan dan  akhir dari sebuah tulisan.  Sebaiknya kita dalam melakukan penulisan tidak melakukan proses editing hanya di dalam kepala tetapi tuangkan apa saja hal yang mucul dalam bentuk tulisan, sehingga memudahkan kita dalam melakukan proses editing yang sebenarnya. Dan pertemuan kali ini juga merupakan kelanjutan dari metode - metode yang pernah di ajarkan sebelumnya.

Sementara itu kita juga sudah kenal dengan kalimat pembuka, menentukan kalimat pembuka memiliki tingkat kesulitan yang tersendiri. Bahkan ada ungkapan “setiap permulaan itu adalah sulit ” dan setiap hal yang sulit adalah tantangan yang harus kita pecahkan. Faktanya orang bisa menghabiskan waktu berjam - jam untuk dapat menentukan kalimat pembuka yang baik. Kalau  sudah dapat kalimat pembuka yang pas, maka sisanya akan mengalir seperti air saja.
Kalimat Pembuka harus bersifat aktif Seperti halnya membuat berita, kalimat aktif lebih hidup dari pasif. Seperti awalan me-.
Menghindari kalimat kaku dan beku, Contoh: "Pada suatu malam yang gelap dan hujan lebat, aku berjalan". Deskripsikan tempat secara jelas Contoh: "Halo saya imran. Sedang berada di seputar tugu monas".
Langkah berikutnya adalah membetot perhatian pembaca dengan teknik : Percakapan (dialog), Pernyataan(statement), Masalah(problem), Aksi (action), Deskripsi orang (people), Deskripsi tempat (place), Deskripsi waktu(time)
Tehnik Percakapan, “kamu dengar suara itu kan” aku ga dengar… suara apaan itu ya ? bukan suara apa apa tuch, kamu ngawur ah …” ini salah satu contoh kalimat pembuka dengan percakapan di awal tulisan.
Teknik Pernyataan, “dia dengan tubuh lusuh itu berusaha mengambil uang receh yang dilemparkan segepok, anak muda yang berkacak pinggang yang tidak lain dari anak kandungnya sendiri” ada konflik antara ayah dan anak yang dilemparkan penulis.
Tehnik Masalah, “tiba tiba nita menghamburkan kata kata makian saat aku baru membuka pintu rumahnya”. (bermain imajinasi). Keringat masih mengucur dan nafasku belum teratur , aku Cuma bisa termangu dan berusaha menyadari apa yang terjadi sebelum kemudian istriku berujar, “sebaiknya kautidak datang kerumah ini lagi”. Pasti seorang pembaca akan membaca” perempuan apaan sich ini?”  kalau sudah seperti ini pembaca sudah terbawa sesuai keinginan penulis.
Deskripsi Orang, ” perawakannya tinggi besar , kepalanya seakan - akan mampu menjangkau pintu setinggi 2,5 meter”  ” Joni sebenarnya tidak bisa di bilang muda lagi usianya sudah mencapai 45 tahun, tetapi penampilannya masih seperti anak muda, dengan rahang yang kekar dan sorot mata yang tajam kadang perempuan tidak berdaya saat dia menancapkan pandangan matanya itu” ketrampilan dalam mendeskripsikan karakter dan fisik seseorang.
Deskripsi Tempat, “gerumbulan itu masih sekitar setengah jam sisa perjalanan, dukuh paruk masih menyimpan sunyi di pagi buta,  justru tatkala masih berbalut embun pagi dan kilatan lintang kemukus kehidupan di perkampungan itu mulai berdenyut.” Pendeskripsian tempat, dan waktunya subuh.

Question and Answers

Q : segala yang diuraikan apakah cocok untuk diterapkan dalam blog, yang memang terbatas pembacanya dan kata tidak perlu panjang ?
A : Kalau di blog yang panjang bisa di split menjadi beberapa bagian, dan tujuan pelatihan tulisan narasi ini tidak hanya saja ke blog saja. Dan ini merupakan bekal dasar untuk penulisan
.
Q : Bagaimana bisa menulis yang enak (seperti air) syukur2  bisa seperti kang pepih dapat jalan jalan ke luar negri ???
A : Kang pepih mencontohkan the beatles bahwa mereka berlatih selama 8 jam sehari. Intinya jika mau menghasilkan karya yang baik, harus banyak berlatih-berlatih dan berlatih. Sisihkan waktu untuk dapat berlatih.

Setiap hal yang disebutkan diatas berlaku juga untuk penulisan - penulisan yang lain, seperti novel bahkan yang lain seperti penelitian.
Semoga Bermanfaat.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih