Jumat, 09 September 2011

Pemeriksaan awal di RS. Budhi jaya


Setelah kurang lebih 7 bulanan melakukan pemeriksaan untuk mendapatkan keturunan di RS. Pondok Indah, dan dari semua hasil pemeriksaan baik itu Pemerikasaan Laboratorium, USG dan juga Analisa Sperma semuanya mengatakan tidak ada masalah. Pada saat itu ditangani oleh Dr. Aswin Satrowardoyo, SPog. Pada bulan terakhir disarankan untuk mengkonsumsi Profertil (semacam obat kesuburan) dimulai hari ke 5 setelah haid. Dan hasillnya akan dicek kembali, setelah di cek, sel telur / folikel  mengalami pembesaran dikarenakan efek dari profertil (kemungkinannya) Tetapi tetap tidak menunjukkan kea rah keberhasilan untuk memperoleh anak. Hanya saja disarankan Dr. Aswin ini untuk lebih banyak berdoa, jauhi stress dan rileks. Sebab sekali lagi menurut pengamatan dari hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan  tidak menunjukkan adanya kelainan ataupun kesalahan, semuanya masih dalam batas normal.
+++++++++++++++++++
Ambil darah untuk pemeriksaan lanjutan
Akhirnya setelah mendapat informasi dari seorang teman, bahwa di RS Budhi Jaya, daerah Manggarai ada seorang Prof yang ahli menangani masalah infertilitas. Ditambah memang RS Budhi jaya merupakan RS khusus Ibu dan Anak yang notabene Fokusnya memang kearah itu,. Akhirnya kami putuskan untuk mencari second opinion, nama dari Prof itu , Prof. Dr. dr. H. Icrahmsjah. A. Rachman, SpOG (K) dan memang dia salah satu Guru besar dari fakultas kedokteran FKUI dengan program spesialisasi tidak hanya Kandungan tetapi masalah Infertilitas (ketidaksuburan). 


Bertemulah kami mengahadap beliau pada tanggal 7 September 2011, usianya saya rasa diatas 60 Tahunan, dengan rambut yang sudah hampir memutih semuanya, tetapi beliau masih terlihat energic dan sangat ramah. Dia Tanya keluhan kami, apa saja yang sudah dilakukan, berapa usia pernikahan kami. Artinya belaiu tidak mau mengulang beberapa jenis pemeriksaan yang sudah dilakukan, kalaupun ada paling tinggal hanya melengkapi saja atau menambah pemeriksaan. Singkatnya dr, ichram menyarankan untuk USG lewat perut dahulu. Sangat terkejut dia bahwa dia menduga ada gumpalan kista ataupun gumpalan benda tidak dikenal didalam rahim istri saya. Kami pun, sedikit keberatan dengan hasil singkat USGnya, “masa iya dengan pemeriksaan yang lebih canggih seperti USG Transvaginal, kok kista ini tidak terdeksi” sementara USG 2 Dimensi ini sudah beberapa kali dlakukan di RS. Pondok Indah.
>>>>>>>>>>>>>>>>>> 
Dokter ini pun menyarankan untuk kembali USG transvaginal 2 dimensi tetapi dirumah sakit ini, yang mana dilakukan pada saat itu juga hanya saja tidak ditangani oleh beliau, tetapi oleh anaknya (kalau ga salah Dr. Ichnandi…) ditambah juga untuk melakukan pemeriksaan darah, tetapi kali ini untuk mengetahui kadar Hormon didalam darah istri, sekaligus untuk mengetahui ada tidak  reaksi darii darah istri untuk menolak Sperma suami.
Selanjutnya kami melakukan pemeriksaan USG Transvaginal 2 Dimensi, dokter ini memang mengatakan ada tersangka kista dan juga perlengketan didalam rahim istri, ditambah bentuk rahim istri yang seperti hati (kalau di RS.PI bentuk rahim seperti ini tidak dipermsalahkan oleh dokternya, tetapi di RS. Budhi jaya ini merupakan sebuah masalah dan harus dilakukan sesuatu untuk mengatasinya). Tetap kami mengatakan mengapa ada beda persepsi antara dokter yang satu dengan dokter yang lainnya. Dan dokter ini pun menjawab, spesialisasi dan kekhususan yang dalam mengenai terminologi Kandungan untuk masing – masing dokter belum tentu sama. Meskipun sama sama ahli kandungan, tetapi tetap memiliki sub spesialisasi yang berbeda – beda. Sebab untuk ahli kandungan ada 5 sub spesialisasi di bawahnya.
Kami pun bertanya, tindakan apa yang harus dilakukan. Sementara dokter Ichnandi hanya menerangkan apa itu kista, sebab yang berhak untuk menerangkan lebih lanjut adalah Prof. Ichramsjah. Apakah diperlukan operasi untuk mengangkatnya, atau hanya meminum obat saja atau bahkan di abaikan ?
Dan pada hari itu juga kami sekaligus melakukan tes darah untuk istri, bahkan kalau bisa tes sperma untuk suami. Untuk sperma tidak bisa dilakukan pada hari itu dikarenakan waktu sudah menunjukkan pukul 19.30 Wib dimana proses penelitiannya dibutuhkan lebih dari 1 jam. Diputuskan pada tanggal  8 September 2011,  kami janjikan untuk memeriksakannya. Berbeda dengan pemeriksaan sebelumnya, yang hanya berfokus pada berapa volume sperma, jumlah yang hidup dan yang yang mati / cacat. Kali ini focus pemeriksaan ditambah untuk melihat kecepatan dan ekor / kepala dari sperma serta kemampuan migrasinya dan juga berapa lama sperma dapat bertahan hidup..
Setelah semua hasil laboratorium keluar maka kami harus konsul kembali ke Prof, kira kira 1 minggu ke depan. Penasaran ingin lebih detail mendengar penjelasan dari Prof ini dan pastinya akan berhadapan dengan argument kami yang berdasarkan pengalaman dari pemeriksaan sebelumnya.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 
Masih terlintas di pikiran, apa mungkin seorang dokter ahli  membuat seseorang hamil ketika dia menemukan sebuah penyebab ketidak hamilan, kalau semuanya Fine (atau tidak ditemukan penyebab masalah, tidak bisa). Contoh : waktu di Pondok indah juga kami mendapat rekomendasi dari teman yang mana dia menderita Kista , tetapi ditangani Dr Aswin di Pondok Indah , dia pun berhasil. Lalu atas saran teman juga kami ke Budhi jaya dan sykurlah dia juga akhirnya Hamil tetapi setelah di vonis menderita kista juga. Intinya ada suspect kista, lalu diambil tindakan (kira – kira seperti itu) ketika kami di RS. Pondok Indah karena tidak ditemukan Suspect kista, Dokterr pun agak kebingungan untuk mengambil tindakan.
Ketika di Budhi jaya, dokter malah langsung memvonis bahwa terdapat kista dan menyatakan bahwa inilah yang menjadi penyebab terhambatnya proses pembuahan. Ah…. tidak tau … jadi bingung dan semakin bingung.
Dalam benak saya, dengan dihadapakan pada gambar yang sama saja persepsi masing – masing dokter akan suatu penyakit bisa berbeda – beda. Bagaimana jika seorang dokter tidak bisa melihat sebuah suspect penyakit atau salah mendiagnosanya. Hasilnya pasti bisa tidak jelas. Dan dampak yang paling terasa adalah pasien  karena pasien lah akan menerima semua persepsi – persepsi dokter itu.
Yah, setidaknya hal itu lah yang saya alami, mungkin jika ada kursus kedokteran singkat untuk dapat mengetahui jenis penyakit, asal muasal penyakit dan penyebarannya secara sederhana, saya mau juga untuk mengikutinya. Selama ini ilmu kedokteran yang saya pelajari maksimal hanya dari browsing internet dan baca buku saja.
Dan juga saya akan tetap terus untuk mengikuti saran dari dokter dan melihat perkembangannya, kalau belum berhasil juga, semoga semangat yang saya miliki belum padam untuk mencari second opinion berikutnya. Ibarat mencari bengkel mobil, belum menemukan bengkel mobil yang cocok, sementara bengkel resmi belum tersedia.
Sebagai informasi tambahan saja biaya – biaya yang dikenakan di RS Budhi Jaya sebagai berikut :
1.       Biaya Registrasi                                                 Rp. 25.000,-
2.       USG Vagina 2D dr. Ichnandi, SPOG                 Rp. 185.000,-
3.       Konsul Prof Ichamsjah, AR                               Rp. 285.000,-
4.       Biaya Laboratorium                                          Rp. 510.000,-
5.       Biaya Andrologi                                               Rp. 1.150.000,-
Ada kejadian yang yang janggal, seharusnya tanggal 8 september 2011, kami hendak melakukan pemeriksaan andrologi saja, rupanya istri saya di haruskan kembali untuk diambil darahnya. Darah yang diambil sehari sebelumnya (oleh pihak Laboratorium RS) tidak cukup. Kok bisa darah yang diambil tidak cukup, rupanya komunikasi yang terjalin antara pihak Laboratorium dan bagian Androlog tidak lancar, jadilah ambil darah kembali.
Hal positif yang saya alami ketika melakukan pemeriksaan andrologi, adalah bahwa RS Budhi jaya benar – benar memberikan pelayanan yang maksimal (mungkin karena mereka dikhususkan untuk RS Ibu dan anak). Kamar yang diberikan Kelas VIP, diberikan Handuk, sabun dan Shampo, meskipun kecil tetapi hal ini tidak saya dapatkan ketika melakukan pemeriksaan Androlog di RS Pondok Indah.





Kita lihatlah bagaimana proses berikutnya, sekaligus juga saya mohon dukungan dan doa dari teman – teman.
Selamat Pagi dan Selamat Beraktivitas ….


Selasa, 06 September 2011

Perawatan Berkala Marun

MARUN
Per-september 2011, tepatnya tanggal 4 September 2011. Marun ganti oli pada KM 52484 dan bersamaan juga dengan pembayaran cicilan yang 15. Jadi Marun harus ganti oli kembali pada KM 5000 yaitu 57484. Dan sebagai catatan tambahan untuk ganti oli di KM 57484 harus bersamaan dengan Penggantian Filter Oli.

Minggu, 04 September 2011

“Orang yang Percaya dan melakukan perintah Tuhan akan selamat”


Kebaktian Hari minggu (4 Sept 2011) kali ini di Gereja GBKP Tg. Priuk Jakarta Utara.  Tema minggu diambil dari Matius  21 : 28 –  32 “Orang yang  Percaya dan melakukan perintah  Tuhan akan selamat”.  Berbeda dengan minggu lainnya kali ini yang membawakan khotbah adalah Pt. Bp. Brianta Tarigan.
Adapun ayat  28 ini bercerita tentang  2 orang anak yang hendak melakukan kehendak bapanya. Anak yang pertama berkata “iya” tetapi tidak melakukannya, sementara anak yang ke-dua berkata “tidak” (menolak kehendak bapanya) tetapi  dia menyesal dan melakukan perintah bapanya juga.  Jadi yang melakukan perintah bapanya adalah anak yang ke-dua, meskipun diawal dia menolak untuk melakukannya . Perumpamaan ini di ibaratkan Bapa sebagai Tuhan, Anak pertama sebagai kaum Farisi (anak anak Tuhan yang mengerti dan mengenal Tuhan) dan anak ke dua diibaratkan sebagai orang yang belum mengenal Tuhan dalam hal ini diwakili oleh perempuan sundal, pemungut cukai dan lainnya.
Tuhan mau mengingatkan kita kembali akan perumpamaan ini, bahwasannya terkadang kita lebih sering menjadi anak yang pertama di bandingkan anak yang kedua. Kita tahu semua perintah Tuhan dan laranganNya tapi toch tetap kita melakukan hal – hal yang tidak berkenan,” Iya” dimulut dan ucapan kita tetapi tidak diperbuatan. Sementara Anak yang ke-dua menolak itu semua karena dia tidak tahu dan tidak mengenal Tuhan secara dekat,  diakhir cerita ini anak ke-dua yang menyadari kesalahannya dan setia untuk melayani Tuhan.
Yang baik menurut perumpamaan ini adalah anak ke-dua karena dia berbalik dari menolak hingga ke setia melayani BapaNya. Baiknya kita seperti ini. Dan akan sangat baik sekali jika kita merupakan perpaduan  sifat anak pertama dan kedua ini. Yaitu Tahu dan mengenal Tuhan dengan sangat baik dan dekat tetapi tidak menolak kehendak Bapa. Itu yang sangat baik.
Dalam hal pengajaran Yesus lebih senang menggunakan metode perumpamaan, karena ada beberapa keunggulan  mengajar dengan perumpamaan seperti :
  • Lebih mudah  diingat bagi yang mendengarnya. Agar lebih mudah tertanam dihati kita dan kita lebi h bisa    untuk melakukannya dalam kehidupan kita sehari – hari.
  •    Tidak terpaku  pada satu permasalahan saja.
  • Suatu perumpamaan memacu kita untuk mencari dan mencari akan penafsiran dan arti – arti lain dari sebuah perumpaan.
Sedikit masukkan untuk pengkhotbah kali ini, sebaiknya yang naik mimbar (khotbah) adalah seorang Pendeta  atau minimal  Sarjana theolgia. Sehingga tema yang diusung bisa disampaikan maknanya ke jemaat dan tidak menimbulkan persepsi yang berbeda – beda nantinya.  Firman Tuhan harus disampaikan oleh orang – orang yang berkompeten melakukan itu, tidak hanya karena seseorang senior atau merasa dirinya pandai, lantas bisa naik mimbar begitu saja.