Senin, 28 Maret 2011

Persiapan HUT PERATUN dan Persiapan SOP PTTUN Jakarta

Tepat hari kamis dan jumat nanti tanggal 31 Maret 2011 dan 1 April 2011, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara se-Indonesia akan merayakan hari jadinya. Dan tahun ini genap sudah dua dasa warsa PTUN berdiri. Adapun Pengadilan Tinggi yang membawahi beberapa satker di bawahnya terdiri dari Pengadilan Tinggi TUN Medan, Pengadilan Tinggi TUN Jakarta, Pengadilan Tinggi TUN Surabaya dan Penagdilan Tinggi TUN Makasar.  Dan pada perayaan HUT PERATUN nanti akan hadir semua perwakilan Pengadilan - pengadilan TUN baik yang berada di kota besar ataupun di daerah - daerah pelosok. Bahkan hingga saat ini, hotel Mercure Ancol sudah habis terbooking untuk dapat menampung semua perwakilan - perwakilan tadi 

PTTUN Jakarta.
Bahkan di kantor kami mulai tadi siang sudah di bahas teknis untuk bisa menghadiri acara HUT PERATUN nanti. Mulai bagaimana teknis transportasi dilapangan, hingga ketersediaan kamar dan juga SDM yang tetap tinggal di kantor untuk menjaga pelayanan terhadap publik.
Rupanya membahas ke3 hal tersebut tidaklah mudah, dikarenakan adanya keterbatasan - keterbatasan dan pada saat yang sama harus tetap bisa saling terkoordinasi satu dengan yang lainnya. Tetapi, semua hal hal - hal tersebut dapat dengan mudah diatasi oleh Panitera / Sekretaris kantor kami Pak Bahri, SH di bantu oleh Wakil Sekretarisnya Pak Zen Langsur IB, MSi dan Wakil Panitera Pak Muljadi, SH, MSi. Ditambah solidnya setiap pegawai untuk mau saling membantu agar acara ini berjalan dengan lancar dan meninggalkan kesan yang baik bagi kita semua.

SOP
Lain pula persiapan untuk HUT PERATUN, lain pula persiapan untuk SOP (Standar Operasional Prosedur) sebuah petunjuk bagaimana kita melakukan sebuah tugas dan batasan waktunya. Dan besok tanggal 29 Maret 2011 SOP sudah harus siap. Sampai tadi siang masih ada perubahan tentang SOP bagian keuangan dan hal ini butuh penyesuaian yang memakan waktu 1 hari lagi. Semoga besok SOP bagian keuangan dusah dapat disatukan dengan SOP bagian - bagian lainnya. Sehingga semakin cepat selesai semakin cepat pula dampak dari aplikasi SOP ini terjadi. Sebagai tanbahan saja, salah satu Hakim yang terlibat aktif dalam pembuatan SOP PTTUN Jakarta adalah Bpk. DR.Santer Sitorus, SH, MHum. bapak ini juga yang mengajari saya bagaimana untuk membuat ringkasan SOP agar efesien dan efektif sehingga lebih cepat selesai.

Minggu, 27 Maret 2011

Pemeriksaan Kesehatan di Rumah Sakit Pondok Indah

Pemeriksaan Kesehatan di Rumah Sakit Pondok Indah

Sudah satu minggu ini, kami berdua mondar - mandir ke Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta Selatan. Tepatnya dimulai pada hari senin tanggal 21 Maret 2011, dilanjutkan pada hari kamis 24 Maret 2011 dan terakhir adalah hari sabtu 26 maret 2011 kemarin. Rumah sakit ini tergolong megah dan mewah, sehingga ketika kami berkunjung pertama kali, kami serasa tidak berada dirumah sakit. Nuansa lingkungan yang di berikan lebih berkesan sebuah kawasan mal, hal ini terlihat dengan adanya cafe dan resto terkenal yang ada di RSPI ini. Oh iya, tujuan kami kerumah sakit ini adalah melakukan medical check up kesehatan kami berdua sebagai sepasang suami istri, sebab sudah satu tahun kami berumah tangga belum juga dikaruniai keturunan.Dan kami mendapat saran dari seorang teman Riri Rishartanti (seorang teman semasa kuliah di D3 dahulu) bahwa dulu juga riri mengalami hal yang sama  seperti kami tetapi setelah melakukan konsultasi dengan salah satu dokter di RSPI yaitu dokter Aswin maka mereka berhasil untuk mendapatkan keturunan.
Kunjungan 1
Pada hari senin tanggal 21 maret 2011 dimana ini merupakan kunjungan perdana kami ke rumah sakit ini. Sebelumnya kami sudah melakukan pemesanan via telp kepada teman kami. Agar kami bisa mendapatkan nomor antrian terlebih dahulu. Rupanya sistim antian yang berlaku adalah kehadiran, artinya nomor antrian diberikan ketika pasien sudah hadir di RSPI, dan nomor antrian diberikan paling cepat 1 jam sebelum jam praktek dokter dimulai. Alhasil kami sampai dirumah sakit pukul 18.00 WIB dimana kami harus melakukan pendaftaran dahulu dan baru bisa mendapatkan nomor antrian. Jadilah kami mendapat nomor antrian 17, dan ini baru dilayani sekitar pukul 22.00 WIB. Dikarenakan Dr Aswin ini memilliki banyak pasien yang setia. 
Kesan pertama bertemu dengan dr Aswin adalah sosok dokter yang tenang dan bersahaja, lalu kami mulai mengutarakan maksud dan tujuan kami berkunjung kepadanya.Dokter Aswin mendengarkan setiap informasi  yang kami berikan. Dan dia sepakat untuk melakukan pemeriksaan awal dengan USG Trans Vaginal sebagai pemeriksaan awal, apakah ditemukan adanya gangguan pada rahim dan sekitarnya.  Sejauh ini pada pemeriksaan awal, dr aswin tidak menemukan adanya keanehan pada daerah rahim dan sekitarnya. Maka dia menyarankan untuk melakukan cek darah lengkap pada istri saya dan pemeriksaan sperma terhadap diri saya. Dan dia juga mengaharapkan kami melakukan kunjungan yang ke 2 pada hari kamis sekaligus melakukan pemeriksaan darah dan sperma. Sebelumnya dr Aswin juga menjelaskan 4 proses yang akan dia lakukan, tahap awal dia akan memeriksa apakah ada kelainan dengan rahim dan sekitarnya (hal ini baru saja dilakukannnya), tahap kedua , apakah ada gangguan dalam darah dan sperma dari pasien, lalu tahap ke 3 dia akan memeriksa apakah ada pertumbuhuna folikel pada masa subur dan bagaimana perkembangannya lalu tahap yang terakhir adalah melakukan pemeriksaan terhadap saluran telur apakah ada penyumbatan atau tidak.
Situasi Di Pendaftaran Labratorium
Oh iya sebagai informasi tambahan saja, biaya pendaftaran hingga pemeriksaan dokter dan pemakaian USG dikenakan Rp. 387.000,-

Kunjungan 2
Pada kunjungan yang ke 2 hari kamis 24 maret 2011 kami terpaksa mengambil cuti dari kantor masing - masing dikarenakan kami harus mengambil sampel darah dan sperma untuk di periksa di laboratorium dan pada hari kamis ini, dr aswin praktenya di mulai dari jam 1 siang.   Kami tiba di RSPI pukul 8 pagi, dan semua pemeriksaan laboratorium selesai jam 12 siang. Kami mendapat antrian no urut 1, Dikarenakan hasil lab baru selesai satu hari kemudian, maka dr aswin melewati tahap yang ke 2 yaitu pemeriksaan darah, maka digantikan dengan pemeriksaan folikel yang ada pada masa subur. Sebagai Informasi saja, bahwa masa subur dihitung bukan pada masa setelah haid, tetapi 14 hari menuju haid yang berikutnya. Pemeriksaan masih sama dengan USG, dan hasilnya folikelnya ada meskipun masih kecil. Maka dibutuhkan pemeriksaan satu kali lagi, untuk melihat apakah folikel yang sudah tercipta ada perkembangannya atau tidak sekaligus melihat hasil darah dan sperma dari laboratorium. Biaya yang kami keluarkan untuk pemeriksaan darah sbesar Rp. 925.000,- dan Sperma Rp 200.000,- dan konsultasi Dr Aswin Rp. 352.000,-

Kunjungan 3
Sabtu kemarin merupakan kunjungan ke 3 kami ke RSPI, kali ini agendanya adalah melihat hasil darah dan sperma sekalgus melihat adakah perkembangan dari folikel yang sudah tercipta. Dan dr aswin praktek di jam 1 siang pada hari sabtu ini. Kali ini beliau aga sedikit terlambat datang dikarenakan terjebak kemacetan. Dan kali inipun kami mendapat antrian no pertama juga. Setelah melihat hasil darah dan sperma kami beliau menyatakan tidak ada masalah yang serius. Dan pemeriksaan pun dilanjutkan melalui USG tentang folikel, hasilnya folikelnya berkembang dengan sempurna. Dapat disimpulkan 6 hari ke depan merupakan masa subur kami berdua, dan dr menyarankan agar meningkatkan kualitas hubungan suami istri, sebab folikel ini hanya mampu aktif selama 6 hingga 8 hari ke depan. kalau tidak maka akan ditunggu bulan berikutnya. Dan jika dalam bulan ini tidak berhasil, maka dr Aswin menyarankan untuk melakukan pemeriksaan sperma dengan dr lain dan dilakukan lagi pemeriksaan terhadap saluran telur dengan bantuan sinar rontgen, apakah terjadi penyumbatan atau ada gangguan lainnya. Dan kali inipun biaya yang kami keluarkan sebesar Rp 352.000,-
Tetapi jika berhasil memaksimalkan masa subur ini dan terjadi pembuahan, maka kunjungan kami berikutnya ke dr Aswin adalah untuk pemeriksaan rutin berikutnya. Dan dr Aswin tidak memberikan pengobatan apapun juga (mungkin dilihat kondisi kami yang tidak mengalami gangguan) tetapi beliau memberikan asam folat untuk vitamin jika terjadi pembuahan dalam rahim.
Harapan kami berdua adalah kami melakukan kunjungan berikutnya ke dr Aswin hanya untuk melakukan konsultasi bagaiamana membuat dan membantu agar ibu dan janin  tetap sehat. AMEN

Salah satu ruangan di RSPI



Seven Power Tools (khotbah kebaktian JPCC)

Hari ini kami kebaktian mingguan di JPCC, "Jakarta Praise Community Church" ituloh gereja yang hampir sebagian besar didukung oleh artis - artis rohani seperti Sidney Mohede, Sari Simorangkir, Ruth Sahanaya dan masih banyak lainnya. Dan ini merupakan kebaktian pertama kami di JPCC untuk tahun 2011, sebelumnya kami menghubungi seorang teman "aju" untuk menanyakan jam kebaktian dan kalau bisa "tag" in kursi untuk kami berdua. Rupanya kami sampai di Wisma Nusantara tepat jam 12.25 WIB tetapi dikarenakan mencari tempat parkir dan harus menaiki tangga dari lantai 3b menuju lantai 10 alhasil kami telat dan kursi untuk kami sudah diberikan kepada orang lain. Tapi tak apalah, toh kami masih mendapat kursi, meskipun ditempat yang agak di belakang. Secara keseluruhan meskipun kami mendapat tempat dibelakang, kebaktiannya tetap mengasyikan dan kami diberkati dengan firman yang di bawakan oleh salah seorang pastor senior dari Melborne Australia.
Inti khotbahnya mengenai alat - alat yang kita butuhkan untuk menjadi terang dalam kehidupan ini.

                             Seven Power Tools  :
  1.  Love / Mengasihi. Hal ini bisa kita lihat di 1 Petrus 4 : 8-9 dimana kita harus saling mengasihi satu dengan yang lainnya, sebab kasih akan menutupi banyak kesalahan.
  2. Serving / Melayani. 1 Petrus 4 : 10 kita dituntut untuk saling melayani satu dengan yang lainnya, sesuai dengan kemampuan  dan karunia yang sudah kita miliki.
  3. Prayer / Mendoakan. 1 Timotius 2 ; 1 - 4 Kita dituntut untuk selalu menaikan ucapan syukur dan mendoakan semua orang, baik keluarga kita, kepala negara ataupun orang - orang yang belum kita kenal. Supaya kita beroleh ketenangan hidup dan hal seperti ini berkenan di hadapan ALLAH.
  4. Worship / Pujian. Ibrani 10 : 24 - 26. Kita dituntut untuk saling memperhatikan dan saling mendorong dan saling mengingatkan dalam setiap perbuatan baik dan tidak menjauhkan diri dari pertemuan - pertemuan ibadah kita setiap minggunya.
  5. Protecting the unity / Menjaga Kesatuan , Efesus 4:3, kita juga dituntut untuk tetap mempertahankan kesatuan di masing - masing gereja (tubuh Kristus). Dengan tidak mementingkan peran sendiri dibandingkan yang lainnya. Cepat untuk meminta maaf, tidak perduli siapa yang bersalah. Prinsip kasih lebih di kedepankan demi kesatuan tubuh Tuhan.
  6. Giving / Memberi. Amsal 3 : 9 - 10  Kita dituntut untuk selalu memberikan yang terbaik kepada Tuhan melalui setiap persembahan yang kita bawa kepadaNya. Baik itu persembahan Rutin, perpuluhan dan lainnya. Tandanya kita selalu mengingat akan kasih dan karunia berkat yang sudah Dia berikan kepada kita.
  7. Reach Out , kita juga harus mampu menjangkau saudara - saudara kita yang belum mengenal Tuhan melalui perbuatan - perbuatan baik kita. Sehingga melalui setiap perbuatan baik yang kita lakukan secara tidak sadar merupan cermin kasih kita terhadap sesama.
7 (tujuh) perlengkapan ini yang bisa kita gunakan untuik selalu menjadi terang dan garam di lingkungan keseharian kita. Dan alangkah baiknya jika kami bukan hanya menjadi pendengar saja melainkan pelaku Firman. AMEN.

Selamat Hari Minggu. Tuhan Memberkati