Kamis, 27 Januari 2011

Santap siang di "Jengkol"



Pak Imam. W, Pak Keli. M dan Pak Cahya R. Santap Siang "jengkol"
 Entah dari mana asal nama "jengkol" dilekatkan dengan kantin di daerah pasar kembang cikini. "makan dimana? tadi di "jengkol". Kalau orang yang mendengar percakapan ini pastilah berfikiran sebuah tempat makan di mana makanan yang paling dominan adalah "jengkol" atau mungkin sebuah daerah yang identik dengan "jengkol". Rupanya tidak keduanya, kalau penamaan berdasarkan daerah, lokasi kantin ini berada di daerah pasar kembang cikini, lalu mungkin masakan yang disajikan dominan adalah "jengkol". Tidak juga karena setahu saya cuma ada satu jenis masakan yang berhubungan dengan jengkol yaitu semur jengkol. Menu yang lainnya tidak berbeda dengan kantin - kantin ataupun warteg - warteg lainnya.   Ada sup, juga perkedel, ikan sambal juga ada, bahkan pepes ikan teri pun ada. Mungkin (menurut saya) hanya dikantin kita bisa menemukan jengkolnya. Bagi yang suka jengkol, pasti larinya ke kantin ini. Awalnya pun saya sedikit bingung dengan penamaan yang diberikan. Pastinya ketika orang bicara "makan di jengkol" pastilah di sini tempatnya. Pak Keli dan Pak Imam serta Pak Cahya, rupanya sudah sering ke tempat ini, karena mereka sudah akrab dengan Udin dan Emak (pemilik kantin "Jengkol" ini)

Rabu, 26 Januari 2011

BRI Pisangan, Mahkamah Agung RI, Kantor Wilayah DJPB

BRI Pisangan
Hari ini ada beberapa lokasi baru yang saya kunjungi, tentunya yang nantinya saya akan tetap rutin berhubungan dengan tempat tempat seperti  ini juga, terkait dengan tugas yang berhubungan dengan bagian keuangan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta. Pagi hari, saya sudah menyambangi daerah pisangan, Tepatnya BRI Pisangan, di mana dengan BRI Pisangan ini PTTUN melakukan kerjasama  berupa simpan dan pinjam. Berbeda dengan BRI Jl Kopi, kalau BRI itu khusus tempat melakukan pembayaran SSBP. Rupanya beda BRI beda fungsi juga. Saya pergi dengan salah seorang staf Senior Keuangan PTTUN, Bpk. Keli Margono. Rupanya pak Keli Margono sudah cukup di kenal oleh beberapa karyawan BRI Pisangan ini.
Pak Keli dengan Salah satu Staf BRI Pisangan
Setelah melakukan percakapan sebentar dan mencari berkas yang diperlukan lalu menunggu sebentar, maka proses antara Pak Keli Margono dengan salah satu karyawan pun selesai, meskipun setahu saya belum ada kesepakatan di antara mereka berdua. Masih ada beberapa kesepakatan yang harus dilalui dan beberapa persyaratan yang masih kurang. Kira - kira pukul 9.00 WIB kami sudah berada dikantor kembali. Ketika di kantor saya di minta bantuan untuk mendata berapa jumlah Komputer dan Printer yang kami miliki, lalu saya pun mencoba berkoordinasi dengan bagian Umum. hasilnya PTTUN memiliki 8 buah Laptop termasuk 1 unit Note book, lalu 19 buah unit komputer PC yang tersebar di masing - masing bagian dan 13 unit Printer. Lalu siang harinya, tepat pukul 12.00 WIb, rencananya sekalian makan siang diluar, kami hendak mengunjungi MAHKAMAH AGUNG RI dan KANWIL DITJEN PERBENDAHARAAN di Otista Raya, Jakarta Timur. Kunjungan pertama yang kami (Saya, Bu Patie Oktaviatie, Pak Keli Margono, dan Bu Siti Nurlaeliyah) lakukan yaitu Mahkamah Agung RI untuk menemui salah satu Hakim Agung RI Bpk. YULIUS RIVAI, SH, MH. Dahulu merupakan salah satu Hakim Tinggi di PTTUN Jakarta, sebelum mendapatkan promosi ke M. A.R. I.
Saya, Pa Yulius, Bu Patie, Pa Keli
Setelah selesai urusan dengan salah satu Hakim Tinggi MARI, maka kami pun beranjak ke Kanwil DJPB (Ditjen Perbendaharaan) di Jalan Otista Raya Jakarta Timur. Kami menuju lantai 4 dan menjumpai salah satu staf yaitu ibu Widiyaning Hidayati untuk menanyakan perbedaan sistim biasa dengan sistim full  board. Rupanya ibu ini tidak mampu untuk menjelaskan, lalu ia membawa kami ke lantai 5 untuk bertemu dengan Bpk. Wardaya. Dan benarlah pak Wardaya menjelaskan perbedaan antar sistim biasa dengan sistim full board .  Maka jelaslah semuanya kini, bahwasannya full board menggunakan prinsip satu paket (sudah termasuk penginapan, transport dan Uang Harian). Dan juga alokasi yang ada di buku panduan Standar Biaya Umum adalah merupakan nilai maksimum dari sebuah transaksi. Dimana Buku Panduan SBU tahun 2011 sesuai dengan peraturan Menteri Keuangan Nomor 100/PMK02/2010. Kesimpulan yang saya dapat ketika berada di DJPB adalah sebagai berikut (meskipun detailnya di lapangan saya tidak tahu persisnya) ;
Dalam melakukan sebuah kegiatan, SBU dengan sistem full boardnya memudahkan setiap departemen untuk melakukan alokasi anggaran. Sebab dengan full boardnya semua biaya sudah di jadikan satu paket, tetapi ada batas maksimalnya. Dan teknis pelaksanaannya disesuaikan dengan budaya satker masing - masing. Sebagai contoh : Jika diadakan kegiatan di Jakarta, maka sebagai satker induk, kita tetap dapat menggunakan anggaran untuk menginap di hotel. Karena tidak dimungkinkan untuk melakukan perjalanan pulang dan pergi.  (hal ini berhubungan dengan efesiensi dan efektivitas). Cuma dalam penggunaan uang harian, kita mendapatkan sebatas uang harian dalam kota berbeda dengan luar daerah. itu saja perbedaanya. Bahkan departemen yang lain telah lebih dahulu melakukan hal seperti ini.   
salah satu kegiatan di DJPB Otista
Sesudah berhubungan dengan Ditjen yang di wakili Pak Wardaya, kami pun makan siang di salah satu kantin di belakang Ditjen. Soto di kantin Ditjen lumayan enak loh.






semua layanan tidak dipungut biaya














Sambil menunggu Pak  Wardaya... Pose dulu








Setelah makan di kantin DITJEN


Selasa, 25 Januari 2011

BRI Jalan Kopi Jakarta (Kota Tua)

Pelataran Parkir BRI JL Kopi Jakarta Kota TUa
Ini kali merupakan kunjungan saya yang ke 2 ke Bank BRI Jl. Kopi yang terletak di Daerah Kota Tua Jakarta Utara. Saya berangkat sekitar pukul 10.45 WIB. Karena kondisi jalan yang lumayan ramai lancar, alhasil waktu tempuhpun menjadi "mulur" sekitar 40 menit-an. Tetapi untunglah saya tiba di Bank BRI sebelum jam istirahat, sehingga saya masih dilayani. Pada kunjungan pertama ketika saya melakukan pembayaran SSBP (Surat Setoran Bukan Pajak) saya hanya melakukan transaksi di satu tempat (dimana saya menyerahkan SSBP, di situ juga melakukan pembayaran pajak SSBP) Tetapi ada yang lain kali ini setidaknya bagi saya, bahwa saya harus ,  membayar pajak SSBP di teller umum sama seperti nasabah yang lainnya. Ga ada masalah sich dengan perubahan ini, cuma agak sedikit bingung saja. Ketika saya berkonsentrasi menunggu panggilan dari teller SSBP, kemudian yang memanggil teller loket 3 yang merupakan teller umum. 
Kebetulan juga pada saat itu Bank BRI dalam keadaan yang cukup lenggang sehingga membuat cepat proses pelayanan SSBP. Mungkin karena masih suasana awal tahun kali ya, atau memang setiap harinya seperti ini. 
Suasana Ruang Tunggu BRI Jl Kopi   
Suasana di Bank BRI Jl Kopi (Sepi loh)

Alur Sederhana Pembayaran SSBP (surat Setoran Bukan Pajak)

SSBP adalah Surat Setoran Bukan Pajak, Kantor kami Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta melakukan Pembayaran SSBP di Bank BRI Jalan Kopi Cabang Jakarta Kota. Dalam melakukan pembayaran SSBP diperlukan waktu lebih kurang  1 jam 25 Menit. Waktu yang dibutuhkan dari PTTUN Cikini menuju BRI Kota Jl. Kopi (Pulang - Pergi) 1 Jam 10 Menit diasumsikan bahwa keadaan jalan lancar dan tidak ada gangguan di jalan sepeti pecah ban dan lainnya.Setelah tiba di BRI Jl. Kopi, berkas yang sudah siap, kita berikan ke teller khusus untuk SSBP, biasanya terletak sebelah kiri setelah pintu masuk, lalu SSBP kita di proses. Waktu proses yang dibutuhkan dalam menyelesaiakan pembayaran SSBP adalah 15 Menit. Jadi jika semua berlangsung normal maka waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan pembayaran SSBP dari proses  awal menuju Bank hingga proses pembayaran SSBP dan kembali ke PTTUN tidak lebih dari 1 Jam 30 Menit.

Rabu, 19 Januari 2011

Akhirnya Pindah Juga Ke Bagian Keuangan !!!!!!

21 April Tahun 2010, tepatnya 9 bulan yang lalu, akhirnya sebuah mimpi saya terkabul ( Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil). Sebuah "mimpi",  saya katakan seperti itu karena di saat sekarang ini untuk menjadi CPNS sangatlah sulit, bahkan sebagian orang rela membayar jasa calo agar dirinya di terima menjadi CPNS. Tersiar kabar calo untuk menjadi CPNS menerapkan tarif yang sangat mahal. Kisaran 50 juta hingga 100 juta, tergantung kementrian mana yang akan di masuki, itulah kiranya kabar burung yang saya dengar. Meskipun kebenaran dari kabar burung tersebut masih perlu di uji lagi.
Surat Keputusan dari Mahkamah Agung yang di tandatangani pada bulan Desember 2009, tetapi tiba di tanggan saya 4 bulan sesudahnya, menempatkan saya di Satuan Kerja (Satker) Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta. Sekali lagi lihat betapa beruntungnya saya, pertama; saya mendapat kan CPNS di MA tanpa mengeluarkan sepeser uang pun, kedua; saya di tempatkan di Satker yang domisilinya masih di Jakarta. Ketiga; Satker tempat saya di tempatkan merupakan Pengadilan Tingkat Banding. Terbayang kan jika melalui Calo pastilah tarif yang dikenakan sangat tinggi, pertama karena MA merupakan salah satu Kementrian yang baik dan kedua; penempatan kerjanya di ibu kota negara loh.
Dan pada  saat itu saya di perbantukan di bagian Kepegawaian (meskipun SK saya adalah di bagian Keuangan) tetapi dikarenakan keterbatasan ruang, maka jadilah saya membantu segala kegiatan kepegawaian. Tetapi saya tetap disertakan ketika ada sertifikasi diklat keuangan yang diselenggarakan MARI (lihat betapa beruntungnya saya, pegawai yang masih dalam status CPNS disertakan dalam pelatihan).
Tetapi pada hari senin kemarin tepatnya 17 Januari 2011, saya resmi di pindah kebagian keuangan.
Sekarang saya memiliki Jabatan Kedinasan sebagai Staf Keuangan dan Jabatan dalam program kegiatan adalah Staf Pengelola keuangan dengan Job Description sebagai beriukut :
1. Verifikasi Laporan
    a. Bapenas
    b. Tahunan
2. Anggaran dan Perencanaan
3. Pengantar SPM Gaji
Meskipun saya belum mengerti benar detailnya seperti apa, tetapi saya tetap berusaha untuk terus belajar mengerti, seperti apakah prosedur dan alur keuangan. Diharapkan saya mampu belajar dan beradapatsi secara cepat untuk dapat mengimbangi senior - senior saya di bagian keuangan
Semoga saya dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat di bagian keuangan nanti. AMIN.

Keputusannya sudah Final !!! (Kuliah di Universitas Bung Karno)




Sudah satu bulan ini kami (saya dan istri) "hunting" kampus, kiranya mana yang terbaik yang akan saya masuki dan  jurusan yang akan saya tekuni adalah Hukum. Dengan beberapa kriteria dan pertimbangan yang sudah didiskusikan dengan berbagai pihak - pihak. Adapun kampus yang sudah kami datangi :

Sabtu, 15 Januari 2011

Resolusi Tahun 2011

resolusi 2011
Sampai saat ini (tanggal 15 Januari 2011) kami belum membuat segala perencanaan kira - kira apa yang akan kami lakukan dan ingin kami capai. Sebagai informasi saja, bahwa tanggal 20 Februari nanti tepat 1 tahun kami membina rumah tangga. Tepat 20 April 2011 juga setahun sudah bekerja di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta. Terlalu banyak hal - hal yang ingin kami capai, tetapi banyak juga kendala dan keterbatasan yang kami miliki. Mungkin dengan dibuatnya resolusi ini sekiranya menjadi catatan tersendiri bagi kami agar terus menciptakan mimpi dan tujuan serta mengevaluasi setiap akhir tahunnya, mana yang sudah bisa dicapai dan mana yang belum tercapai, jika belum tercapai dicari tahu di mana kendalanya.
Adapun resolusi yang sangat  ingin kami capai di tahun 2011 nanti mungkin seperti ini :

Selasa, 11 Januari 2011

Wisata Anyer 2010- 2011

Cottage tempat kami menginap
Akhirnya selama 3 hari 2 malam kami menghabiskan liburan tutup tahun 2010 dan buka tahun 2011di Tepian pantai Anyer. Setelah dari awal tidak memiliki perencanaan yang matang di mana kami akan menghabiskan liburan ini. Setengah putus asa kami melakukan survey ke ANyer dengan setengah berharap, masih ada ga ya kira - kira. Karena selain sudah terlalu terlambat, tentu harga yang ditawarkan pun pasti sangat tinggi, begitulah kira kira dugaan kami. Tetapi di luar dugaan, memang kalau sudah rejeki tidak akan lari ke mana - mana. Kami mendapat sebuah cottage yang dekat dengan tepian anyer "My pisita resort" namanya. Memang harga yang ditawarkan sediki lumayan tinggi terutama yang berhadapan langsung dengan pantai, tetapi dikarenakan salah satu pengelolanya masih satu marga maka kami medapatkan harga diskon kalau ga salah tarif diskon akhir tahun kami Rp. 2.500.000,- . Adapun keluarga yang bisa ikutan acara cuma empat keluarga, Keluarga baru kami, keluarga Kila Bp Ika, Keluarga Pa uda cana, dan keluarga bp Hera ginting, sayang keluarga pa tengah nuel ga bisa ikut diwakilkan sama okitaro ginting anaknya. Alhasil kami sedikit kehilangan moment tertentu. Cerita lengkap liburan kami hari pertama ada di sini dan hari ke dua tertuang di sini.. Dan untuk yang mau melihat lihat foto - foto kami ketika asyik menikmati liburan bisa di lihat di link dbawah ini:
Putri Sari Sembiring
Kel. Pa uda Cana Ginting
Kel Kila Bp. Ika Sembiring
Kel. Bp Hera Ginting
Kami Berdua
Mikael Ginting
bagi yang sudah melihat lihat foto diharapkan sebisa mungkin untuk memberikan komentar positif dan yang membangun .
Semoga acara liburan tutup dan buka tahun seperti ini dapat berjalan rutin setiap tahunnya. selain bisa menambah semangat kekeluargaan dan kebersamaan, acara seperti ini sangat membantu untuk menyegarkan pikiran dari setiap rutinitas yang dijalani. Salam liburan

Sabtu, 08 Januari 2011

Pantai Bandulu (Pantai Anyer II)

Tepian Pantai Anyer
Setelah sehari sebelumnya lelah melakukan wisata Karang bolong.  2 Januari 2011 kemarin  merupakan hari ke 3 kami berada pesisir pantai Anyer. Dimana ini merupakan hari terakhir kami berlibur disini. Meskipun sudah hari ke 3 , tetap tidak bosan - bosannya kami menikmati tepian pantai di dekat tempat kami menginap.Desiran angin pantai yang bersinggungan dengan pohon kelapa ditambah deburan ombak yang seakan - akan saling bersahutan, pokoknya ga kalah dengan nuansa pulau dewata. Bahkan tepian Anyer menawarkan exotisme tersendiri yang tidak ditawarkan oleh tempat - tempat liburan lainnya.
Hari ini agenda kami adalah melakukan wisata pantai Bandulu, sisi lain tepain Anyer.



Batukarang yang teguh

Hanya berjarak kira - kira 10 menit dari cottage kami, pantai yang menawarkan ombak yang lumayan besar ditambah permainan - permainan air seperti Banana Boat dan Jet Ski.Kami tiba di Pantai  Bandulu sekitar pukul 9 pagi, dimana cuaca masih sangat bersahabat, tidak terlalu panas tetapi tidak juga terlalu dingin. Kami sepakat menyewa sebuah tikar dengan harga Rp. 10.000,- kalaupun tidak tikar ada juga disewakan pendopo atau semacam rumah kecil  seharga Rp.60.000, harga sewa ini berlaku untuk seharian ya. Setelah kami duduk di atas tikar menikmati pemandangan pantai, banyak para penjaja jasa menawarkan jasanya, dari jasa pijit seluruh badan dan jasa pembuatan tato temporer di badan.
Tidak ketinggalan para pemilik banana boat dan jet ski menawarkan untuk menyewakan jasa mereka. Dan yang kami pilih adalah banana boat dengan harga sewa Rp 170.000 per 15 menit atau 3 kali putaran. Dan kita pun boleh meminta untuk tidak dijatuhkan di tengah lautan nanti (biasanya ketika tiba ditengah maka para penumpang banana boat akan di jatuhkan).
berpose diatas banana boat
Tepian Bandulu ini memang dikenal dengan ombaknya yang lumayan besar, tetapi tidak ada para surfing disini, mungkin karena karakteristik ombaknya yang besar tapi cenderung berada di pinggir bukan di tengah, ditambah mungkin banyaknya karang yang berada di tengah.
Ban renang pun terbang diterjang ombak
Selain menyewa banan boat kami juga menyewa semacam papan selacar kecil, harga sewanya pun lumayan murah Rp.10.000, - perlembarnya.Sangat seru loh, jika kita berada diatas papan seluncur dan berhadapan dengan ombak langsung, sensasi ditabrak ombak atau sensasi berada di atas ombak serasa seorang profesional surfer. 
Bandulu dengan ombaknya
Papan seluncur kecil
Tapi ada yang sedikit kurang di sini, dan hampir sama dengan masalah yang dihadapi tepian Anyer lainnya, yaiut KEBERSIHAN, banyaknya sampah di pinggir pantai, (memang untuk pantai Bandulu ini pantainya lumayan bersih, tapi pinggirannya juga lumayan banyak kotorannya) dan fasilitas mandi untuk membilas, saya rasa sangat kurang padahal dikenakan tarif mandi Rp2000, BAK Rp2000, BAB Rp 2000
Fasilitas Umum yang sangat minim
Oh iya satu hal yang hampir terlupa, untuk bisa masuk ke pantai cukup hanya membayar tarif parkir mobil sebesar Rp 50.000, - berapa pun isinya orang dalam mobil tidak ada masalah ( penumpang 2 orang dengan penumpang 12 orang tarif sama saja)

2 kali ikut acara sosialisasi kompasiana di kompas.com

Dok. Pribadi
Akhirnya sosialisasi kompasiana yang ke empat bisa saya ikuti juga, karena pada waktu sosialisasi yang ke 2 tanggal 17 Desember 2010 saya datang ke lokasi terlambat beberapa jam yang membuat saya merasa ada yang kurang kalau tidak mengikuti sosialisasi berikutnya. (mungkin karena kompasiana juga mengizinkan saya untuk menjadi peserta di gelombang yang ke 4 ini). Pada gelombang ke 2 yang memberikan sosialisasi adalah mas Iskandar Zulkarnen dan Mas Iskandar Soesman (Duo Iskandar) tetapi pada gelombang ke 4 tanggal 7 Januari 2011 kemarin adalah Mas Iskandar Zulkarnaen dan Pa Haji Pepih Nugraha. Meskipun berbeda yang membawakan sosialasi tetapi tetap saja luar biasa (memang kompas memiliki sumber daya manusia yang hebat). Peserta yang hadir memang hanya dibatasi tidak lebih dari 10 orang saja, dan beruntung bagi saya di gelombang yang ke 4 ini saya bertemu dengan beberapa orang yang luar biasa, ada OM jay , mba Rahmi Hafizah , mba Sudarmi Asih, mba Silvia Ratna Juwita, mas Bugar Wicaksono, mba Susiana Affandy. Ini sebuah pengalaman positif bagi saya, meskipun untuk bisa hadir di gelombang yang ke 4 ini saya harus berjuang dari angkot ke angkot (sialnya hari jumat kemarin saya tidak membawa motor karena hujan) dan harus sampai rumah lumayan agak malam. Ini saya sertakan dokumentasi pribadi saya yang di ambil dari kamera seadanya dan dengan niat yang tulus agar dapat berbagi dengan teman yang lainnya.
saya bersebelahan dengan OJ

Dan ini saya sertakan juga dokumentasi ketika sosialisasi gelombang ke 2 dimana masih ada mas Iskandar Soesman sebagai salah satu mentor sosialisasi.
Mas Iskandar soesman pojok kanan (baju Merah)
Semua ilmu di bagi di acara sosialasi ini, setiap pertanyaan di jawab. Pokoknya setiap hal yang kita tidak tahu bisa ditanyakan diacara ini. Bahkan seting FB pun bisa. Sesuai prinsip Kompas.Com sharing and Conenecting. Ditambah untuk mengikuti acara ini tidak dikenakan biaya apapun, kami pun mendapat makan malam dan kopi.
Sekaligus dalam acara kali ini ada bocoran bahwasannya akan ada perubahan tampilan Kompasiana agar lebih user friendly dan  eye cathing. sehingga akan mengurangi gangguan - gangguan yang di hadapai para kompasianer selama ini. (semoga)
Salut buat kompasiana, ditunggu moment - moment lainnya
Sukses juga untuk acara Blogshop akhir Januari nanti di solo.

Selasa, 04 Januari 2011

wisata awal tahun 2011 Karang Bolong (Pantai Anyer)

Karang Bolong
Tanggal 1 Januari 2011, kami sepakat untuk melakukan perjalanan wisata menuju Karang Bolong yang jaraknya hanya sekitar 23 KM dari MYPISITA (Cottage tempat kami menginap) hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 30 menit jika keadaan lancar. Kami sampai di Karang Bolong kira-kira pukul 13.30, lumayan panas keadaan pada saat itu, tetapi tetap menyenangkan.

Ada yang lucu pada saat kami memasuki tempat parkir di Karang Bolong, petugas parkir mengenakan tarif parkir Rp 10.000 permobil dan di bayar ketika kita memasuki pelataran parkir, yang anehnya adalah tiket masuk masuk Karang Bolong hanya di kenakan Rp 5000/orang artinya lebih mahal parkir mobil daripada ongkos masuk ke karang bolong itu sendiri.