Rabu, 22 Desember 2010

hari ini hari ibu

Para Ibu dalam pesta pernikahan kami
Hari ini 22 desember di peringati oleh sebagian dari kita sebagai Hari Ibu, hal ini setidaknya bisa kita lihat dari banyaknya postingan di kompasiana mengenai ataupun yang berhubungan dengan sosok IBU. Tidak hanya di kompasiana saja, jejaring sosial seperti Face book dan twiter pun ramai membicarakan hal ini. Dan bisa di pastikan juga blog - blog sejenis kompasiana menampilkan topik serupa. Pertanyaannya Kenapa hari Ibu agak berbeda dengan hari besar lainnya, ada hari anak nasional (meskipun belum ada hari ayah) ada juga hari kesetiakawanan nasional  dan hari besar sejenis. Mengapa hari ibu ramai di bicarakan semua orang?
Dan jika pertanyaan tersebut di lempar ke khalayak ramai maka jawaban yang muncul pun pastinya akan beragam, Mungkin ada yang menjawab; “karna ibu adalah orang yang luar biasa dimana bisa membagi waktu dan kasih sayangnya di sela - sela kesibukkannya”. Atau “ibulah yang sudah membesarkan saya dan selalu ada untuk saya’”. Tetapi mungkin ada yang akan menjawab juga seperti ini ” saya tidak megenal ibu, karna dia sudah mengorbankan hidupnya untuk hidup saya”. Dan yang lebih miris adalah ” bagaimana saya bisa mengenal ibu, ketika saya lahir dia menitipkan saya di panti asuhan, ibu tidak perduli pada saya”.
Memang ibu atauperempuan adalah sosok yang bisa menentramkan, menjadi teman yang dapat diandalkan setia dan masih banyak hal positif lainnya. Dengan hadirnya sosk “ibu” di tengah sebuah keluarga akan memberi sebuah warna yang dinamis. Sebuah keluarga yang harmonis tentunya didukung oleh sosok ibu yang hebat dan bersahaja (Meskipun peran ayah juga terlibat didalamnya)
tetapi tidak jarang juga kita menemui seorang ibu yang tega membunuh anaknya, menjual anaknya, mencelakakan suaminya. Parahnya ada juga yang melacurkan diri hanya demi sekedar bertahan hidup.
Bahkan sejarah kita pun mencatat begitu banyaknya para Ibu yang melakukan hal - hal besar  pada zamannya, sebut saja Ibu RA Kartini yang memperjuangkan kesetaraan hak perempuan sederajat dengan para pria. Tidak ketinggalan Tjut Nyak dien yang terjun langsung dalam merebut dan mempertahan kemerdekaan.
Demikian besarnya perjuangan yang dilakukan para ibu kita dari zaman dahulu, baik untuk mencerdaskan kehidupan bangsa ataupun merebut kemerdekaan, dimana semua hal tersebut tidak bisa kita lupakan begitu saja. Meskipun sedikit ternoda oleh Ibu - ibu kita lainnya, masih ingat ingat dengan Ibu Zarima dengan kasu pil ekstasinya sehingga dia di beri gelar ratu ekstasi.
Ibu (perempuan) adalahTiang sebuah negara, jika baik budi pekerti nya maka baik pula tiang  sebuah bangsa itu, jika tercela budi pekertinya, maka tiang yang menjadi penyangga negara itu akan rapuh.
Selamat hari Ibu
Arti seorang ibu
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih