Rabu, 24 November 2010

nothing but the blues

Hari jumat dan sabtu, tanggal 15 – 16 oktober 2010 lalu di Istora Senayan di lakukan perhelatan Blues terbesar di Indonesia, yang konon kabarnya di adakan oleh Ina blues Indonesia dan teman – temannya dan mendapat dukungan dari Djarum Super Indonesia dan BNI 46 serta masih banyak lainnya. Acara yang telah ke-3 kalinya di gelar ini mengahadirkan lebih 40 Band blues, baik yang berasal dari dalam ataupun luar negri. Mereka mempersembahkan penampilan terbaik mereka untuk menghibur setiap pengunjung yang hadir . Tidak hanya penampilan panggung yang di tampilkan, Coahing Clinic (pelatihan singkat) mengenai bagaimana cara bermain blues yang benar, dari bermain blues sederhana hingga yang rumit baik dengan gitar (pada hari kedua dibawakan oleh Tjahjo Wisanggeni) dan juga instrument lainya seperti Harmonica.
Tiga panggung besar yang terdiri dari Black stage, Blue Stage dan Red stage dan satu panggung kecil Green Stage telah disediakan panita untuk memfasilitasi setiap pengunjung yang hadir, agar bebas menyaksikan penampilan group band yang mereka idolakan.

Pada hari ke 2 dimana saya hadir untuk dapat menyaksikan euphoria perhelatan blues terbesar tahun ini, gerbang di buka tepat pukul 14.00 waktu setempat, saya coba untuk menyaksikan coaching clinic yang di bawakan oleh Tjahjo Wisanggeni, komentar saya untuk jawara gitar yang satu ini LUAR BIASA . Setelah Tjahjo ada juga coaching clinic harmonica dan di tutup oleh penampilan Krisna Dharmawan gitaris handal berusia 17 tahun dan berasal dari Bali.
Di acara coaching clinic yang diadakan di panggung Green Stage ini terbuka kesempatan bagi penonton untuk dapat berinteraksi langsung dengan sang musisi, mereka dapat bertanya setiap hal yang berhubungan dengan musik blues dan latar belakang pemusik itu sendiri. Meskipun dalam acara ini yang di usung blues tetapi gaya permainan yang di tampilkan oleh Krisna dan Tjahjo lebih terkesan Rock progesif, tapi tetap saja mendapat apresiasi yang hangat dari pengunjung.  setelah Tjahjo selesai membagikan ilmunya, dia juga beraksi di panggung Red Stage di temani oleh maestro rock pada zamannya Dody Katamsy .
Dody Katamsi on the move
Dody Katamsi on the move
Setelah itu, saya beralih ke panggung Green Stage di mana pada pukul 18.30 ada MANNA (Mathes dan Nanda) sedang beraksi. Melihat penampilan mereka bertiga di atas panggung serasa di bawa ke langit ke 5, mereka membawakan beberapa nomor blues bernuansa Jazz yang melodius.
Pesta blues kali ini sungguh luar biasa, di mana pesta ini di hadiri hampir semua kalangan usia, dari Balita hingga kakek - nenek, karena musik blues hampir dapat di nikmati oleh semua golongan tanpa ada batasan usia. Dan berbagai genre musik juga ditampilkan, karena filosofinya adalah bahwa blues merupakan akar dari semua jenis musik kecuali klasik. Dan satu hal yang menurut saya luar biasa adalah kita dapat berinteraksi langsung dan bertukar informasi tentang musik Blues itu sendiri.

Semoga kesan positif pesta blues tetap dapat dipertahankan dan di kembangkan.
Salam Kompasiana.
Mathes solo
Mathes solo

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih